Ayat dan Hadis Ekonomi

AYAT-AYAT TENTANG EKONOMI

Oleh : NR Cindy

         1.      Aktivitas Ekonomi adalah bagian dari ibadah:

QS. Al-Baqarah: 177

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (١٧٧)

Artinya:

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.

Aqidah adalah landasan dasar utama dan pertama dari ekonomi Islam. Selanjutnya diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan dengan berpedoman kepada syari’at. Setiap implementasi syari’at harus berlandaskan pada aqidah, apabila tidak maka amalan tersebut sia-sia.

        2.      Hak memiliki harta

QS. An-Nisaa’: 29

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (٢٩)

 

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Teori Perwakilan/Amanah:

        a.       Pemilik sebenarnya ( hakiki ) adalah Allah Swt.

        b.      Manusia mendapat amanah dari pemilik sebenarnya.

        c.      Wakil/Yang mendapat amanah harus mengikuti aturan dari yang mewakilkan/memberi amanah.

        d.      Kalau tidak tunduk pada aturan, maka yang mewakilkan/pemberi amanah akan menegur, memperingatkan bahkan bisa mencabut    wewenangnya sebagai wakil. 

        3.      Landasan Akuntansi

QS. Al-Baqarah: 282

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الأخْرَى وَلا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا وَلا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلا تَرْتَابُوا إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلا تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلا شَهِيدٌ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٢٨٢)

 

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada utangnya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

Sifat utama yang harus dimiliki setiap muslim dalam berekonomi:

        a.      Shiddiq

Memastikan bahwa aktivitas ekonomi dilakukan dengan moralitas yang menjunjung tinggi nilai kejujuran. Salah satu bentuk kejujuran itu adalah, jika berhutang Rp. 100.000, segera ditulis, dipersaksikan dan tidak ada niat untuk membohongi dengan tidak mau melunasinya.

       b.      Fathanah

Memastikan bahwa kegiatan usaha dilakukan secara profesional dan kompetitif sehingga menghasilkan keuntungan maksimum dalam tingkat risiko telah dihitung. Dalam berhutang misalnya, hendaknya memperhitungkan kemampuan dirinya. Jangan sampai berhutang hanya untuk berfoya-foya / hal-hal yang tidak bermanfaat.

      c.       Amanah

Menjaga dengan ketat prinsip kepercayaan, yaitu dengan mempercayai orang lain dan menjaga kepercayaan orang lain. Dalam berhutang misalnya, harus berniat untuk segera melunasinya ketika mampu melunasinya.

      d.      Tabligh

Mendorong prinsip-prinsip transparansi (keterbukaan), dalam bermu’amalah. Salah satu bentuknya adalah selalu menulis surat resmi dalam setiap berakad. Dan menunjuk dua saksi agar kalau yang satu lupa, yang lain dapat mengingatkan.

Surat Al-Baqarah ayat 282 tersebut, secara tersirat menjelaskan bahwa praktik akuntansi, seperti; Catatan, Bukti Pemeriksaan, Independensi keputusan pemeriksa sesuai dengan syari’at Islam.

      4.      Landasan  Manajemen

QS. Al-Maidah: 8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (٨)

 

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Jadi, pada dasarnya Allah Swt mencintai orang yang selalu berbuat secara terencana, profesional dalam mengelola, seperti:

      a.       Memiliki keahlian.

قَالَ رسول الله: ( إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ ) رواه البخارى

      b.      Teratur. Ash-Shaff: 4

{ إن الله يحب الذين يقاتلون في سبيله صفا كأنهم بنيان مرصوص }

      c.       Amanah. Al-Mukminun: 8

{ والذين هم لأماناتهم وعهدهم راعون }

      d.      Bertanggung jawab.

 قَالَ رسول الله: ( كلّكم راع وكلّكم مسئول عن رعيّته )

      e.    Adil / Mengambil keputusan dengan tepat. Al-Maidah: 8

{ يا أيها الذين آمنوا كونوا قوامين لله شهداء بالقسط ولا يجرمنكم شنآن قوم على ألا تعدلوا اعدلوا هو أقرب للتقوى واتقوا الله إن الله خبير بما تعملون }

    f.       Menghormati dan menghargai orang lain

قال رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-: ( مَن أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِى الأَرْضِ أَهَانَهُ اللَّهُ  ). رواه الترمذى

      g.      Meninggalkan cara-cara yang tidak diridhai oleh Allah Swt.

قال رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-: ( لعن الله الرّاشى والمرتشى

       5.      Landasan dasar Bank Syari’ah

QS. An-Nisaa’: 58

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا (٥٨)

 

Artinya:

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.

Definisi Bank, Perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. (pasal 5 UU 7/92)

Kegiatan Usaha Perbankan :

        a.       Penghimpunan dana

        b.      Penyaluran dana

        c.       Jasa keuangan perbankan

 Syarat transaksi sesuai syariah :

        a.       Tidak mengandung unsur kedzaliman

        b.      Bukan riba

        c.       Tidak membahayakan pihak sendiri atau pihak lain

        d.      Tidak ada penipuan (gharar)

        e.       Tidak mengandung materi-materi yg diharamkan

         f.       Tidak mengandung unsur judi (maisyir)

 

HADITS-HADITS TENTANG EKONOMI

      1.      Jual Beli

عن ابي هريرة رض عن النبي ص م قا ل لا يخترقن اثنا ن الا عن تراض (رواه ابوداود والتر مذى)

Artinya:

Dari Abi Hurairah r.a dari Nabi saw. bersabda: “jangan;ah dua orang yang jual beli berpisah, sebelum saling meridhai” (Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi).

      2.      Riba

دِرْهَمُ رِبَا يَاًكُلُهُ الرَّ جُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أشَدُّ مِنْ سِتِّ وَ ثَلاَثِيْنَ زِ يْنَةً (رواه احمد)

Artinya:

“Satu dirham uang riba yang dimakan seseorang, sedangkan orang tersebut mengetahuinya, dosa perbuatan tersebut lebih berat daripada dosa enam puluh kali zina (HR. Ahmad)

      3.      Pinjaman

فَإِنَّ خَيْرِ كُمْ أ حْسَنَكُمْ قَضَا ءً  (رواه البخارى و مسلم)

Artinya:

Sesungguhnya di antara orang-orang yang terbaik dari kamu adalah orang yang sebaik-baiknya dalam membayar utang. (HR. Bukhari dan Muslim).

      4.      Gadai

 اَلظَّهْرُيُرْكَبُ أذَا كَانَ مَرْهُوْنًا وَلَبَنُ الدَّرِّيَشْرَبُ إذَا كَانَ مَرْهُوْنًا وَعَلَى الَّذِىْ يَرْكَبُ وَيَشْرَبُ نَفَقَتُهُ (رواه البخارى)

Artinya:

Binatang tunggangan bleh ditunggangi karena pembiayaannya apabila digadaikan, binatang boleh diambil susunya untu diminum karena pembiayaannya bila digadaikan bagi orang yang memegang dan meminum wajib memberikan biaya.

      5.      Pembayaran Upah

اُ عْطُواالأَجِيْرَ أجْرَهُ قَبْلَ اَنْ يَّجِفَّ عُرُقُهُ

 

Artinya:

Berikanlah upah sebelum keringat pekerja itu kering.

   6. Musaqah

أَعْطَى خَيْبَرَ بِشَطْرِ مَايَخْرُجُ مِنْهَا مِنْ ثَمَرٍ أَوْ زَرْعٍ وَفِى رِوَايَةٍ دَفَعَ إلَى اليَهُوْدِ خَيْبَرَ وَأَرْضَهَا عَلَى اَنْ يَعْمَلُوْهَا مِنْ أَمْوَالِهِمْ وَأنْ لِرَسُوْلِ اللّه ص م شَطْرَهَا

Artinya:

Memberikan tanah Khaibar dengan bagian separoh dari penghasilan, baik buah-buahan maupun (tanaman). Pada riwayat lain dinyatakan bahwa Rasul menyerahkan tanah Khaibar itu kepada Yahudi, untuk diolah dan modal dari hartanya, penghasilan separohnya untuk Nabi.”

      7.      Mukhabarah  dan Muzara’ah

إِنَّ النَّبِىِّ ص م لَمْ يُحَرِّمِ المُزَارَعَةُ وَلَكِنْ اَمَريَرْفُقَ بَعْضُهُمْ بِبَعْضِ بِقَوْلِهِ منْ كَانَتْ لَهُ أرْضٌ فَلْيَزْرَعْهَا أَوْ لِيَمْنَحْهَا اَخَاهُ فَإِ أَبَى فَلْيُمْسِكْ اَرْضُهُ   (رواه البخارى)

Artinya:

Sesungguhnya Nabi saw. menyatakan, tidak mengharamkan bermuzara’ah bahkan beliau menyuruhnya, supaya yang sebagian menyayangi sebagian yang lain, dengan katanya, barangsiapa yang memiliki tanah, hendaklah ditanaminya atau diberi faedahnya kepada saudaranya, jika ia tidak mau, maka boleh ditahan saja tanah itu.

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: